Berbagi kisah dan rasa

Premium Blogger Themes - Starting From $10
#Post Title #Post Title #Post Title

Ra, sehangat pagi



Pagi yang hangat. Setidaknya itulah yang aku rasakan hari ini. Sinar matahari yang begitu lembut dan hangat, membuatku tak henti-hentinya menghirup dalam udara sekitar. Aku begitu suka suasana seperti ini meskipun aku juga menikmati di saat hujan turun di sertai bunyi petir menggelegar. Bagiku bunyi petir begitu khas. Tanpa aku tahu bagaimana rupa petir yang sebenarnya. Tapi lebih dari itu, aku tetap mencintai suasana hangat seperti ini. Ditemani tiupan angin yang begitu ramah, cicit burung yang selalu terdengar ceria di tambah dengan aroma bunga yang selalu membuatku tenang.
Aku merentangkan tanganku lebar-lebar. Setiap pagi kecuali hujan turun, aku selalu ada di taman ini. Bersama ayah yang begitu baik. Tak pernah bosan di mulai ketika udara pagi masih bertiup lembut hingga matahari tepat berada di atas kepala, aku akan menghabiskan waktuku disini. Milkshake dan brownies kukus turut serta dalam kantong bekalku.
Ah, aku jadi ingat ibu…
[ Read More ]

Biru



Seorang teman meminta saya untuk menulis sebuah cerita singkat. Ia mengatakan bahwa ia menginginkan kisah tentang "Biru"
Di sebuah sudut perpustakaan, saya mulai menulis. Saat mendengar kata biru, pertama kali yang saya ingat adalah warna sayap kupu-kupu Blue Morpho yang hidup di hutan amazon :) Tapi sih apa yang saya tulis nggak ada hubungannya sama kupu-kupu :D hihi.. Yowislah, disimak yuks...

Semoga bisa menjadi sebuah suguhan menarik bagi para pembaca :) 

 
Kau bertanya padaku tentang sebuah kilau, sebuah siluet dengan warna yang menurutmu amat cantik. Sebuah warna favoritmu, biru. Kala itu kau tersenyum dengan ditemani semilir harap. Bertanya tentang risau dan asa. Bagiku pertanyaanmu sungguhlah unik. Mungkin belum pernah ada yang bisa melontarkan kalimat secerdas pemikiranmu.

Kali pertama kau merona. Diterpa sebuah tiupan halus sarat makna. Saat itu kau masih belia. Tak ada ocehan cerewetmu dan gertakan galakmu. Seketika, kau bertukar tempat dengan seseorang yang bukan dirimu. Aku hampir tak mengenalimu. Kau mengganti rupamu menjadi seorang gadis anggun.
[ Read More ]

Semi di musim kemarau



Alunan dan hentakan denyutmu yang tanpa ritme
Terlihat mati merindu ditikam kelam
Panas  memerah menyala kalap
Melempar sauh jauh di seberang sana

Serumpun mawar dalam rimbunnya ilalang
Harumnya tajam mengikatjiwa
Aku menjelma dalam sebuah nyata
Menjadi semi untuk sang kemarau

Kulihat samarnya senyum tipismu
Tertunduk tanpa kata
Damai bak semburat jingga  di ufuk barat
Aku dan tawa kecilku



Ceritanya sih ini lagi melow campur sumringah terus iseng nulis puisi :D hihi
Entahlah, yang penting judulnya nulis. Karena bagiku, menulis bisa menjadi semacam obat hati sekaligus tempat meluapkan banyak perasaan :)


[ Read More ]

Kotak mimpi




Bau lembab dan wangi tanah yang baru saja tersapu air hujan menusuk hidungku. Mengintip dari celah jendela, menikmati dan merasakan aroma rintik hujan membuatku ingin menghirup udara dalam-dalam.
Di saat seperti ini alam pikirku mencatat banyak hal dan pada akhirnya aku akan menuruti komandonya. Bergegas mengambil sebuah benda keramat dan mulai menari-nari di atas barisan kertas putih.
Aku menulis apa yang ingin aku tulis dan ketika kertas putih itu telah terisi penuh, rongga dadaku naik turun dipenuhi udara segar. Sungguh, ada satu kelegaan bisa mengatakan banyak hal pada sahabat karibku, “ Si Kertas Putih”. Ia memang bisu, tapi ia sahabat yang istimewa. Membiarkanku berlama lama memuntahkan tinta pena, yang tak jarang aku kasari dengan membuat satu garis coretan jika aku merasa tulisanku tak layak baca. Di lain waktu ketika aku merasa gemas, ia tak bisa lari dari remasan jari- jari tanganku. Dan di saat aku merasa sentimentil, ia pun tak keberatan aku  bicara banyak hal yang mungkin jika orang mendengarnya akan menyebutku cengeng.
[ Read More ]

Baris cerita tentang sahabat ^^

Sudah lewat dari sepuluh tahun aku mengenalnya. Saat itu aku masih duduk di kelas satu SMP. Aku hanya mengenalnya sebagai seorang teman sekelas yang  pendiam dan pandai. Kami terus berada dalam satu kelas yang sama sampai akhir masa SMP. Tidak pernah ada cerita pertemanan istimewa bersamanya. Kami tak terlalu dekat karena pada awalnya, aku menemukan  kesulitan untuk berteman dengan sosok pendiam  itu.

Bahkan ketika kami kembali bersekolah di SMK yang sama dan satu kelas juga, belum ada cerita pertemanan menarik diantara kami. Dia masih cenderung pendiam. Berbeda sekali dengan karakterku yang 'jutek', cuek dan cerewet. Hehehe...

Pada saat itu, aku masih belum merasa dekat sebagai seorang 'sahabat'. Namun sebagai teman, kami mengetahui bahwa kami memiliki minat yang sama. Yaitu menulis dan buku. Dua hal yang menjadi bagian dari hidup kami semasa sekolah. Saat itu, aku merasa menjadi remaja yang cupu. Tak pernah tampil trendy ala anak remaja, tampil cuek dan hanya menjadi remaja biasa yang tak populer dan hanya doyan nulis :D
[ Read More ]

Aroma Rasa#puisipertamayangmasukantologi


Nulis puisi itu susah bangettt menurutku. Hehe... Tapi justru itu yang bikin aku penasaran untuk belajar. Ya, meskipun masih amatiran dan nol ilmu lumayan juga bisa masuk di antologi ini :D Beuh, kalau lihat teman-teman yang jago nulis puisi suka kagum dan terkesima. Pilihan katanya itu loh seolah membius kita yang membacanya. Kadang sampai nggak paham artinya. Hihi (Karena ilmuku masih nol kali ya makanya ngga paham)

Nah, inilah puisi pertamaku yang bisa masuk antologi. Diterbitkan oleh penerbit Leutika Prio, berawal dari event menulis lomba puisi yang di adakan oleh grup kepenulisan di sosial media Facebook, yaitu Kampung sastra :)

Yuks dibaca, mohon maaf masih banyak kekurangan
Maklum amatirrrr :D hi hi




Semburat senja yang menggantung di sudut mata yang penuh binar namun redup
Melantunkan nyanyian ilalang
Suaranya bergema tertiup samarnya angin yang rimbun
Tawanya ku dengar begitu renyah

Dalam sebuah ruang kosong ia hadir
Membangkitkan sebuah asa
Melewati sebuah tanya
Apa itu yang kau sebut dengan cinta?

Satu melodi di atas karang
Gaungnya tajam menembus hentakan nafas
Ada seuntai senyum
Dan doa





[ Read More ]